Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarnao berkata “Berikan
aku 10 pemuda, maka akan ku guncangkan dunia”, itu menunjukkan bahwa golongan
muda (pemuda) memiliki peran yang sangat penting dalam setiap perubahan yang
mewarnai negeri ini. Dimulai pada tahun 1908 yang ditandai dengan berdirinya
Budi Utomo yang merupakan tonggak awal peran pemuda dalam mengawal perubahan
bangsa, hingga pada tahun 1998 lewat gerakan mahasiswa, di mana golongan pemuda
kembali mempersembahkan perubahan negeri ini lewat momentum reformasi yang
sejalan mengarahkan bangsa ini pada episode baru kehidupan berdemokrasi.
Pemuda merupakan generasi penerus bangsa, yang kelak akan
meneruskan tongkat estapet kepemimpinan bangsa. Pemuda adalah aset bangsa,
sebagai garda utama untuk membangun tatanan baru sebuah bangsa, sesuai dengan
mandat yang tertuang dalam UU No 40 Tahun 2009 Pasal 1 tentang kepemudaan bahwa
dalam pembaruan dan pembangunan bangsa, pemuda mempunyai fungsi dan peran yang
sangat strategis sehingga perlu dikembangkan potensi dan perannya melalui
penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan sebagai bagian dari pembangunan
nasional.
Kondisi pemuda Indonesia saat ini, 50 persen dari penduduk usia
produktif berasal dari generasi milenial dan pada tahun 2020 hingga 2030
diperkirakan jumlahnya mencapai 70 persen dari penduduk usia produktif (Badan
Pusat Statistik, 2017). Lain dulu lain sekarang,
pemuda saat ini yang seharusnya meneruskan estafet para pembaharu kemerdekaan
seperti terlena dengan fasilitas yang tersedia pasca kemerdekaan yang susah
payah diperjuaangkan dengan darah dan air mata. Generasi milenial memiliki ciri
dan karakter yang berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya yaitu adanya
penggunaan teknologi dan budaya pop/musik terlihat dari kehidupan generasi milenial
yang tidak bisa dilepaskan dari teknologi terutama internet,
entertainment/hiburan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi generasi ini.
Fenomena pemuda saat ini sangatlah mengkhawatirkan, pemuda seolah
kehilangan tujuannya, tingkat pendidikan saat ini memang sudah lebih baik dari
tahun ketahun namun apakah karakter dari pemuda saat ini sepeti apa yang di
ajarkan didalam kelas, sekolah yang sejatinya dapat membentuk karakter dan tunas
bangsa ternyata tidak cukup mampu membentuk karakter anak bangsa, secara teori
sangatlah mungkin terkuasai tetapi sikap dan mental nol besar.Padahal peran
pemuda sebagai sosok yang muda, dinamis, penuh energi dan optimis, diharapkan
dapat menjadi agen perubahan diharapkan bisa membawa ide-ide segar,
pemikiran-pemikiran kreatif dengan metode thinking
out of the box yang inovatif, sehingga dunia tidak melulu hanya dihadapkan
pada hal-hal jaman old yang itu itu saja dan tidak pernah berkembang. Dengan
kata lain pemuda diharapkan menjadi pemimpin masa depan yang lebih baik dari
pemimpin masa kini. Pemuda diharapkan untuk menjadi agent
of change, yaitu pihak yang mendorong terjadinya transformasi dunia ini ke
arah yang lebih baik melalui efektifitas, perbaikan dan pengembangan.
Ada lima karakteristik pemimpin yang baik yang harus ada dalam
diri seorang Agent of Change:
Yang pertama, visi yang jernih. Sebagai pemimpin,
seseorang harus memiliki target yang jelas sehingga program kerja dapat disusun
dengan baik dan dengan tahapan yang berkesinambungan karena arah yang dituju
jelas. Pemimpin yang baik harus bisa menjelaskan ide dan konsep yang ada dalam
pemikirannya secara jernih kepada orang lain dan terutama kepada anggota tim
kerjanya. Saya pikir Albert Einsten benar, “If you can’t explain it simply,
you don’t understand it well enough”.
Yang kedua, berani mengambil
tantangan untuk mencapai suatu target. Pada era orde baru, kebebasan berbicara
dibungkam. Sementara saat ini, kebebasan berpendapat diatur undang-undang
sehingga generasi milenial saat ini lebih berani berbicara apa adanya, berani
menilai. Sebenarnya banyak anak muda yang sudah "melek" politik,
namun tidak berminat terjun ke dalam sistem (Kompas.com, 2018). Padahal, anak
muda bisa mengembangkan minatnya pada politik jika mau berkontribusi dalam
partai politik. Jadi, jika partai politik banyak diisi anak muda, maka partai
tersebut semakin kreatif, berani, juga banyak orang idealis.
Yang
ketiga, bersikap kritis dan analitis. Dengan kata lain,
pemimpin yang baik harus selalu bernalar dan menggunakan akal sehatnya. Tidak
ada hal yang ditelan bulat-bulat tanpa mengerti substansinya. Disini adalah
tantangan para guru dalam merefleksi tentang cara mengajar mereka dalam
mempersiapkan para siswa untuk dapat mempertahankan eksistensinya. Mereka tidak
boleh berdiam diri saja. Karena, para pemuda ini kelak akan menjadi orang
dewasa, akan menghadapi dunia yang penuh dengan tantangan dan permasalahan.
Siswa ini yang akan menjadi pemimpin di masa depan, mesti dipersiapkan untuk
menghadapi tantangan dan permasalahan hidup. Tantangan dan permasalahan inilah
yang akan dihadapi oleh ‘pemikir’. Menurut Dimyati (1996) salah satu unsur ilmu
pengetahuan adalah items, yakni ilmu pengetahuan yang berwujud berpikir
rasional. Realisasi berpikir rasional tampak pada penggunaan kata, kalimat,
alenea, rumus pemecahan masalah, ataupun symbol-symbol. Prasyarat untuk
mewujudkan items tersebut adalah kemampuan individu untuk membaca, menulis,
memikir dan melakukan observasi (3M+O). Dengan kata lain persyaratan dimaksud
adalah kemampuan urtuk berpikir kritis dan kreatif.
Yang
keempat, sarat akan pengetahuan dan memimpin dengan
memberikan contoh, bukan hanya dengan instruksi. Ilmu pengetahuan merupakan
salah satu kunci utama dalam membangun bangsa dan negara serta sebagai senjata
ampuh untuk menaklukan tantangan masa depan. Ilmu pengetahuan bisa membantu
memprediksi kejadian yang akan datang.
Yang
kelima, membangun hubungan yang kuat dengan orang-orang
sekitarnya serta memiliki jiwa sosial yang tinggi. Dengan kata lain, pemimpin
yang baik harus memiliki integritas agar dapat dipercaya. Pentingnya bagi generasi
milenial untuk membentengi diri perlu sikap yang tegas yaitu bijaksana artinya
membuka diri terhadap perkembangan globalisasi, waspada, selektif artinya mampu
memilih yang terbaik serta mempertahankan nilai-nilai pergaulan sesuai
kepribadian bangsa dan menjalankan nilai-nilai agama.Maka dari itu perlu adanya
kesadaran dari setiap individu tersebut, dan untuk bisa membentengi diri mereka
masing-masing dari pengaruh negative dari era globalisasi pada saat ini yang
merusak moral remaja atau bangsa kita ini. Menjadi remaja berarti mengerti
nilai-nilai, yang berarti tidak hanya memperoleh pengertian saja tetapi juga
dapat menjalankannya atau mengamalkannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi
perkembangan moral yaitu hubungan harmonis dalam keluarga, masyarakat,
lingkungan sosial, perkembangan nalar, dan peranan media massa dan perkembangan
teknologi modern. Karakteristik perkembangan moral antara lain: mulai mampu
berfikir abstrak, mulai mampu memecahkan masalah-masalah yang bersifat
hipotetis, mulai tumbuh kesadaran akan kewajiban mempertahankan kekuasaan dan
pranata yang ada, keyakinan moral lebih berpusat pada apa yang benar dan kurang
pada apa yang salah, keadilan muncul sebagai kekuatan moral yang dominan,
penilaian moral menjadi kurang egosentris, dan penilaian secara psikologis
menjadi lebih mahal.
Pemuda dan semangatnya
dibutuhkan sebagai agent of change dalam berbagai sektor,
termasuk sektor politik. Selama masih ada yang namanya “negara”, politik juga
akan selalu ada. Masalahnya, politik sudah terlalu lama terasosiasi sebagai
suatu hal yang kotor dan karenanya dihindari banyak orang. Kata “politik”
hampir identik dengan “perebutan kekuasaan demi jabatan dan uang”. Akibatnya,
banyak anak muda berpotensi menghindari dan tidak peduli dengan politik. Namun
sikap ini tanpa disadari secara tidak langsung membuat kondisi politik menjadi
semakin buruk karena level of competition,
baik dari sisi kemampuan maupun integritas, menjadi rendah untuk seseorang
menduduki posisi strategis dalam lembaga-lembaga negara. Akibatnya orang-orang
yang memegang kekuasaan dalam negara bukanlah orang-orang terbaik yang ada di
negara tersebut, melainkan orang-orang yang memang dari awal masuk ke dalam
politik dengan niat untuk semata-mata memperoleh jabatan dan kekuasaan demi
uang atau kepentingan pribadi lainnya. Pada saat kancah politik dan lembaga
negara dikuasai oleh orang-orang yang tidak berkualitas ini, semakin
orang-orang yang berkualitas menjauhi area tersebut. Hal ini terjadi terus
menerus dan menjadi lingkaran setan.
Generasi milenial
harus bisa bertindak sebagai agent
of change dan memutus lingkaran
setan tersebut. Pemuda harus tetap optimis dan tidak berhenti melakukan
langkah-langkah perbaikan, termasuk dalam sektor politik. Pemuda harus mau
peduli dengan kualitas politik negaranya dan berani terjun ke dalamnya. Karena
perbaikan politik hanya akan terjadi pada saat orang-orang baik, profesional
dan berintegritas masuk ke dalam politik.Tidak dapat disangkal bahwa politik
sudah terlalu lama disalah gunakan oleh
orang-orang opportunist demi jabatan, kekuasaan dan uang semata. Tapi
sesungguhnya ada dimensi lain dari politik, yaitu suatu alat dahsyat yang dapat
memberikan kesejahteraan bagi rakyat. Apabila kita berpolitik dengan baik dan
benar, maka kita dapat menjadikan dunia ini menjadi lebih baik.
Dengan demikian,
pentingnya peran pemuda sebagai pelapor perubahan sekaligus fondasi bangsa dan
sistem politik memiliki peranan yang utama untuk kedepannya agar dapat
memperbaiki kesalahan sistem politik
pada era sekarang ini. Untuk itu peran pemuda sangatlah berharga demi
terciptanya kelangsungan sistem politik menuju ke arah lebih baik lagi karena
politik merupakan salah satu tolak ukur kemajuan suatu bangsa dan negara.
Daftar Pustaka
Kompas.com. 2017. Generasi Milenial dan Tantangan Melek Politik. Tersedia: https:
//nasional.kompas.com/read/2017/04/17/18301731/generasi.milenial.dan.tanta
ngan.melek.politik. Diakses pada tanggal 18 Mei 2018
Badan Pusat Statistik. 2017. Statistik
Pemuda Indonesia. Tersedia: https://www.bps.go.id/publication/2018/04/13/040941963dd0c2fe89ffcee6/statistik-pemuda-indone-sia-2017.html. Diakses pada tanggal 18 Mei 2018
Tentang penulis
Nama : Robby Novrizar
Wijaya
Tempat tanggal lahir : Tanjung Iman, 23 Novrizar Wijaya 1996
Alamat : Jalan Merpati 23 RT 4
RW2, Rawa Makmur
No Handphone : 089628683948
Tidak ada komentar:
Posting Komentar